Program Studi Magister Pedagogi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah pakar dengan tema “AI for Research and Writing for Journal Publications” bersama Associate Professor Dr. Muhammad Nur Azhari Azman dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia. Acara ini berlangsung pada 7 Oktober 2025.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Program Studi Magister Pedagogi, Dr. Agus Tinus, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas terlaksananya forum ilmiah yang membahas tema futuristik dan relevansi di era digital. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kehadiran kecerdasan buatan (AI) telah merevolusi proses penelitian, mulai dari pengumpulan data, analisis, hingga publikasi ilmiah.

“AI kini bukan sekedar alat bantu teknis, tetapi menjadi mitra intelektual yang mempercepat proses berpikir ilmiah, meningkatkan akurasi analisis, serta membantu peneliti menyusun karya ilmiah yang lebih sistematis dan berkualitas tinggi”. ujarnya.

Kuliah inti disampaikan langsung oleh Ddr. Azhari, pakar di bidang Artificial Intelligence and Academic Writing yang juga editor dan reviewer di berbagai jurnal  internasional bereputasi Scopus. Beliau berbagi pengalaman tentang bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara etis dan produktif dalam riset dan publikasi ilmiah, termasuk strategi agar tulisan ilmiah dapat menembus jurnal nasional terakreditasi Sinta hingga jurnal internasional bereputasi.

Dr Azari menekankan bahwa penggunaan AI seperti ChatGPT, Elicit, dan berbagai AI tools lainnya kini diakui secara resmi dalam publikasi ilmiah, asalkan penggunaannya disertai deklarasi yang jelas.

“AI boleh digunakan dalam penulisan akademik, yangpenting ada acknowledgement dan deklarasi bagian mana saja yang dibantu oleh AI. ini tentang kejujuran ilmiah” jelasnya.

Beliau juga mempraktikan penggunaan AI untuk membantu penyusunan judul, literature review, dan analisis data kualitatif serta kuantitatif, menggunakan platform seperti Elicit, ChatGPT, dan JASP.

Dr. Azari menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk mempercepat proses riset tanpa kehilangan nilai orisinalitas dan berpikir kritis.

Selain itu, beliau mengajak mahasiswa untuk menjadi pendidik reatif dan adaptif di era digital.

“Guru dan dosen masa kini tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga harus mampu menjadi content creator pendidikan” tuturnya.

Kuliah pakar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. Para mahasiswa berdiskusi tentang etika penggunaan AI dalam bimbingan dan konseling.

Acara ini menjadi inspirasi bagi sivitas akadeika Magister Pedagogi UMM untuk terus mengembangkan budaya riset yang berintegritas, adaptif terhadap kemajuan teknologi, dan berdaya saing di tingkat global.